Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal
Nama :
Muhammad Ikhsan Attaftazani
NIM :
17105010002
Kelas : AFI A
1.
Transformasi budaya yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw.
Islam
dibawa oleh nabi Muhammad saw. sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Nabi Muhammad diutus oleh Allah ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak
manusia. karena pada saat itu manusia sangat jauh dari nilai-nilai moral. Perilaku
mereka seperti orang-orang yang tidak beradab. Pembunuhan, peperangan, dan
pemerkosaan sering terjadi dan menjadi hal biasa dikalangan masyarakat. Mereka
menjadikan berhala (patung) sebagai Tuhan dan menyembahnya. Oleh karena itu,
Allah mengutus Seorang rasul untuk menuntun mereka untuk mendapatkan hidayah
Allah.
Jauh
sebelum nabi datang, masyarakat Arab kala itu menyembah patung-patung
(berhala). Patung tersebut mereka angap sebagai Tuhan mereka yang memberi
mereka semua kehidupan di dunia. Mereka menaruhnya di sekeliling ka’bah dan
mereka memberikan pesembahan kepada patung tersebut berupa makanan yang biasa
mereka makan dan kadang menyembelihkan seekor kambing untuk patung-patung
tersebut. Hal tersebut sudah menjadi budaya bagi masyarakat Arab sehingga
Rasulullah saw. diperintahkan untuk mentransformasikannya menjadi masyarakat
yang mengenal Allah.
Selain
itu masyarakat Arab menerapkan sistem feodalisme dikalangan mereka. Orang-orang
kaya menggunakan budak unutuk kepentingan mereka sendiri tanpa memberinya upah.
Berhala tersebut harus menuruti semua perintah majikannnya jika tidak maka ia
akan disiksa. Kedudukan budak dianggap sangat rendah dan hanya bertugas sebagai
pelaksana semua perintah majikannya. Oleh karena itu, Allah mengutus nabi
Muhammad saw. untuk mengubah hal tersebut menjadi masyarakat yang menghargai
persamaan, tidak membedakan antara orang kaya dan orang miskin, budak dan
majikan. Karena dalam islam semua manusia itu hakikatnya sama, yang
memedakannya di hadapan Allah hanyalah mengenai ketakwaan manusia tersebut. Hal
tersebut tertuang dalam firman Allah surah al Hujurat:13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ
وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Rasulullah saw. juga
menjadikan masyarakat arab yang tadinya suka bermusuhan menjadi damai. Hal ini
pernah dilakukan oleh Muhammad sebelum diangkat menjadi nabi. Ketika terjadi
banjir rbandang di kota makkah, hajar aswad yang berada di ka’bah ikut hanyut
terbawa oleh aliran air. Setelah banjir reda, para pemimpin suku berebut ingin
mengambil hajar aswad untuk diletakkan kembali di ka’bah. Mereka berebut dan
saling mengancam perang sehingga terjadi perselisihan yang berlangsung beberapa
malam.[1]
Akhirnya mereka bermusyawarah siapa yang berhak untuk mengembalikan hajar aswad
ke tempatnya. Ternyata orang tersebut adalah Muhammad, lalu ia meminta sebuah
kain dan diperintahkannya setiap kepala suku untuk memegang sudut dari kain
tersebut dan meletakkan hajar aswad di tengahnya. Dengan kecerdasan Muhammad
akhirnya dapat meredamkan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Arab.
2.
Islam tidak disebarkan dengan kekerasan
islam
adalah agama yang cinta damai, tidak menyukai pertumpahan darah. Islam dibawa
oleh nabi Muhammad saw. menyebarkan rasa kasih sayang kepada seluruh alam.
Islam adalah satu-satunya agama yang diridai oleh Allah adalah islam, seperti
yang difirmankan Allah dalam surah Ali Imran: 85
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ
مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang
siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Sudah sangat jelas dalam
ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang memilih agama selain Islam maka
ia akan merugi di akhirat kelak. Kita sudah mengetahui sendiri bahwa pemeluk
agama islam setiap tahun mengalami penigkatan yang cukup signifikan. Bagaimana
Islam berkembang sedemikian pesat? Faktor apa yang mempengaruhi hal tersebut?
Jika kita melihat jauh
ke belakang pada masa nabi Muhammad saw. Islam disebarkan dengan perdamaian.
Kalaupun ada orang yang mengatakan bahwa islam disebarkan dengan cara
peperangan itu salah besar. Peperangan yang dilakukan adalah dilakukan untuk
melindungi diri dari serangan kafir quraisy makkah pada waktu itu. Adapun
generasi setelah nabi—sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan seterusnya—islam
melakukan ekspansi berbagai wilayah. Namun, mereka tidak langsung memerangi
mereka, melainkan mengenalkan islam. Jika mereka menolak maka mereka tetap
boleh tinggal di daerah tersebut asalkan membayar pajak. Akan tetapi, jika
mereka menginginkan untuk berperang maka umat muslim akan melayaninya.
Kita dapat melihat kisah
peperangan yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Semua peperangan yang beliau
lakukan pasti diawali oleh tindakan kaum
kafir yang tidak suka tehadap kehadiran Islam. Salah satu contohnya adalah dalam
perang badar yang disebabkan adanya mobilisasi yang dilakukan oleh Abu Sufyan.
Ia mengutus seseorang bernama Dhamdam untuk memobilisasi kaum kafir Quraisy
tentang harta milik mereka yang ditahan oleh orang muslim. Dhamdam datang
kepada kaum kafir Quraisy dengan baju compang-camping dan unta yang cacat.[2]
Ia mengatakan bahwa hartanya ditahan oleh kaum muslimin dan harta tersebut
harus direbut kembali. Mereka menghimpun pasukan untuk menyerang kaum muslimin
di madinah. Singkat cerita peperangan tersebut terjadi dengan tidak seimbang.
Namun, Allah menolong hamba-Nya dengan mengirimkan bantuan berupa pasukan
malaikat bersenjata lengkap. Sehingga sebelum pedang seorang muslim mengenai
leher orang kafir, leher tersebut sudah terpenggal. Hal ini disebutkan dalam
Alquran surah Al ahzab: 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا
لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
“Hai
orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan)
kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada
mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah
Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”
Maka dari bukti yang saya paparkan di atas sudah jelas bahwa Islam merupakan agama yang
cinta damai. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi
seluruh alam) tidak hanya manusia. Pernyataan orang bahwa islam adalah agama
teroris yang muncul dalam beberapa tahun
ini merupakan fitnah yang dituduhkan oleh orang-orang yang tidak suka terhadap
ajaran Islam.
Komentar
Posting Komentar