Langsung ke konten utama

Psikoanalisis pada Lukisan Monalisa Karya Leonardo da Vinci


Siapa yang tidak megenal karya monumental Leonardo da Vinci yang ia beri nama Monalisa. Lukisannya begitu terkenal seantero bumi dan menyimpan berbagai misteri ataupun teka-teki yang berada di dalamnya. Sigmund Freud, seorang tokoh Psikologi mencoba unutuk mengungkapkan misteri di balik lukisan monalisa menggunakan metode psikoanalisis. Metode ini mencoba mengungkapkan sesuatu hubungan pada suatu karya dengan sang pemilik karya tersebut.
Lukisan Monalisa, menurut Freud merupakan gambaran mengenai masa kecil dari Leonardo da Vinci. Senyuman yang ada pada lukisan monalisa sama seperti pada lukisannya yang lain, yaitu The Two Brother with St Anne. Freud mengasumsikan bahwa senyuman yang ada dalam lukisannya adalah senyum dari ibunya yang selalu menciumnya setiap hari. Gambaran yang berada dalam alam bawah sadarnya menekan keluar sehingga terbentuklah senyuman yang indah.
Sigmund Freud sendiri sebagai ahli psikologi membagai kesadaran menjadi tiga macam. Pertama, tahap ketidaksadaran (unconsiousness) bukanlah sesuatu yang bersifat abstrak, melainkan bisa muncul sewaktu-waktu, misalkan ingatan sewaktu kecil. Kedua, tahap pra-sadar (available memory) yang menghubungkan antara tahap sadar dan ketidaksadaran, berisi pengalaman yang tidak disadari namun siap untuk dipanggil kembali, misalkan apa yang dilakukan minggu lalu, nomor telepon, dan sebagainya. Ketiga, tahap sadar yang berisi semua pengalaman yang disadari.
Menurut Freud, dalam diri manusia terdapat tiga hal kepribadian, yaitu id, ego, dan super-ego. Id adalah kepribadian yang sudah ada sejak manusia dilahirkan, misalnya seks. Ego adalah keinginan dalam diri manusia untuk melakukan desakan atau keinginan dari realitas luar dan super-ego. Super-ego berfungsi sebagai pengendali impuls-impuls id dan membujuk ego bahwa tujuan yang perfeksionis lebih baik daripada yang realistis.
Sebagai pencegaan terhadap impuls-impuls dari id dan tekanan superego, maka diperlukan cara pencegahan dari hal tersebut, di antaranya adalah sublimasi dan represi. Sublimasi adalah mengalihkan atau mengganti apa yang diperintahkan oleh id menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Misalnya, mencuri bisa diganti dengan sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu sedekah. Represi adalah menekan impuls-impuls yang agresif dan seksual sehingga tidak dapat muncul lagi.
Dari hasil penelitian Freud tentang kehidupan Leonardo da vinci, ia menemukan sisi yang menarik dalam dirinya. Menurut Freud, Leonardo da Vinci merupakan left handed yang handal dan tidak ditemukan kisah cintanya dengan seorang wanita. Leonardo da Vinci mengungkapkan masa kecilnya bahwa ia tidak suka makan daging, karena baginya tidak adil jika membunuh binatang. Pada suatu ketika ia bercerita ketika melihat burung-burung yang terbang, ia teringat masa kecilnya terhadap ibunya yang mencium mulutnya berulang-ulang. Nampaknya memori masa kecil Leonardo yang memunculkan senyum misterius dari Monalisa yang tidak ia temukan lagi pada ibunya. 

Sumber: Sutrisno, Mudji, dkk. 2005. Teks teks Kunci Filsafat Seni. Bandung: Galang press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa perbedaan dan persamaan antara Santri, Abangan, dan Priyayi beserta contohnya

  Persamaan    Santri, Abangan, dan Priyayi adalah mereka sama-sama beragama Islam dan menyembah kepada Allah swt dan melaksanakan ibadah yang mereka yakini.   Perbedaan: Abangan Tradisi islam abangan masih sangat kental dengan kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme. Upacara-upacara keagamaan masih sering dilakukan dalam lingkungan masyarakatnya. Mereka tahu kapan harus slametan, upacara kematian, upacara kandungan, bahkan mengetahui makana apa yang harus di persiapkan dalam pelaksanaa upaca keagamaan. [1]                                                                          ...

Hubungan antara Aqidah, Ibadah, dan Akhlak

        Aqidah berasal dari bahas arab yang artinya mengikat atau mengadakan. Sedangkan menurut istilah Aqidah adalah suatu pedoman bagi mansuia untuk selalu berpegang teguh kepada agamanya. Aqidah ini sangat penting bagi manusia untuk mengarungi bahtera kehidupan yang dijalani. Manusia dapat menanamkan Aqidah pada dirinya dengan mengucapkan laa ilaaha illa Allah yang mana kalimat tersebut merupakan syarat bagi seseorang untuk bisa memeluk islam. Dalam Ahlsunnah wal jama’ah sendiri ada dua imam yang didikuti dalam hal Aqidah, yaitu Imam Hasan Al Asy’ari dan Imam Abu Mansyur Al Maturidi.            Ibadah secara bahasa berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut istilah adalah merendahkan diri untuk mengangkan kebesaran Allah SWT. Dalam kehidupan sehari hari kita tidak bisa terlepas dari ibadah yang mana itu adlah kewajiban kita sebagai makhluk kepada tuhannya. Dalam surah Adz Dzar...

Palestina: Tanah Para Nabi yang Terbengkalai

                                             Oleh: Muhammad Ikhsan Attaftazani                                               Signifikansi terhadap agama memudar dengan adanya pertikaian di berbagai belahan dunia. Sebut saja di Palestina yang sampai saat ini masih terus digempur oleh zionis Israel. Warga Pelestina telah melakukan demonstrasi damai di perbatasan Gaza, namun para tentara Israel tidak menghiraukannya. Bahkan salah satu anak berusia 12 tahun tewas tertembak peluru di kepalanya oleh tentara Israel. Kelompok pejuang Hamas menyayangkan ...